Bg Block

Piutang Adalah: Arti, Ciri, Jenis dan Bedanya dengan Utang

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 15 November 2021 | 10 dilihat

Article Detail

Piutang adalah transaksi akuntansi yang berhubungan dengan penagihan terhadap konsumen pemilik hutang. Seringkali, timbulnya piutang karena adanya transaksi penjualan barang oleh perusahaan namun tidak disertai pembayaran di hari yang sama.

 

Dengan begitu bisa dikatakan bahwa piutang adalah sejumlah pinjaman yang timbul dengan adanya penjualan produk secara kredit dan bisa ditagih dalam periode tertentu. Agar lebih memahaminya, yuk simak artikel berikut ini.

Apa itu Piutang?

Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan piutang? Secara umum, pengertian piutang adalah uang yang dipinjamkan kepada orang lain. Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, piutang merupakan tagihan perusahaan kepada pelanggan yang diharapkan dapat dilunasi setidaknya dalam waktu satu tahun.

 

Apabila merujuk pada bidang akuntansi, pengertian piutang adalah salah satu komponen aktiva lancar dalam neraca perusahaan yang muncul karena adanya penjualan barang/jasa secara kredit atau hutang.

 

Sederhananya, piutang digunakan untuk menjelaskan adanya tagihan terhadap pihak luar perusahaan dan akan selesai apabila telah ada penerimaan sejumlah uang. Biasanya, perusahaan memberikan batas waktu dalam tempo 30 sampai 90 hari kepada debitur untuk melunasi pembeliannya.

 

Anda juga pasti pernah mendengar istilah anjak piutang bukan, apa artinya? Singkatnya, anjak piutang adalah pengalihan piutang dari satu pihak ke pihak lainnya, mencakup masalah pengingat, penagihan hingga penerimaan pembayaran dari pembeli.

Hukum Hutang Piutang

Hukum hutang piutang adalah lumrah adanya, baik itu secara pribadi maupun dalam hal bisnis. Bahkan, dalam Pasal 19/2 UU. No 39/1999 yang mengatur Hak Asasi Manusia menyebutkan bahwa sengketa hutang piutang tidak bisa dikenai hukuman penjara.

Klasifikasi Piutang

Piutang adalah komponen yang terbagi dalam dua klasifikasi, yaitu piutang dagang dan non dagang. Berikut masing-masing penjelasannya.

Piutang Dagang

Piutang dagang biasanya memiliki durasi pembayaran kredit jangka pendek, yaitu antara 30 sampai dengan 90 hari. Piutang ini tidak menjadikan rekening terbuka sebagai penjamin. Contoh piutang dagang adalah jenis piutang usaha dan wesel tagih.

Piutang Usaha (Account Receivable)

Piutang usaha adalah piutang terbesar yang dimiliki oleh perusahaan atau bisnis. Jenis ini timbul dari pembelian oleh pelanggan secara kredit atas penjualan barang/jasa. Biasanya, piutang usaha akan tertagih dalam 30-90 hari.

Wesel Tagih (Notes Receivable)

Wesel tagih merupakan surat resmi yang berfungsi sebagai pengukuran hutang. Dalam wesel tagih, biasanya piutang memiliki waktu tagih antara 60-90 hari bahkan bisa lebih lama dari itu. Serta, didalamnya terdapat kewajiban pembeli untuk membayar bunga.

Piutang Non Dagang

Beberapa contoh yang masuk dalam klasifikasi piutang non dagang dalam perusahaan diantaranya yaitu.

  • Saham yang harus disetor.

  • Pembayaran di awal pembelian.

  • Setoran awal untuk jaminan kontrak atau pembiayaan.

  • Penjualan surat berharga atau kepemilikan lain, namun bukan barang dan jasa.

  • Uang muka yang diberikan untuk perusahaan afiliasi, pemegang saham, direktur, karyawan, dan sebagainya.

  • Tuntutan terhadap pihak lain apabila terjadi kerugian atau kerusakan produk.

Ciri-ciri Piutang

Apakah semua transaksi kredit termasuk dalam kategori piutang? Untuk menjawabnya, kenali ciri-ciri piutang berikut ini.

Ada Bunga yang Berlaku

Dalam suatu piutang, karena adanya transaksi secara kredit, maka sudah pasti terdapat bunga yang harus dibayarkan. Bunga disini sebagai konsekuensi bagi pembeli karena meminta perpanjangan durasi pembayaran. Dalam hal ini, perusahaan bisa mendapat keuntungan dari bunga tersebut.

Mempunyai Tanggal Jatuh Tempo

Piutang adalah aktiva yang memiliki tanggal jatuh tempo. Dimana diharapkan, piutang ini akan selesai apabila semua telah terlunasi tepat pada ditetapkannya tanggal jatuh tempo. Durasi ini biasanya diukur dengan hari atau bulan. Misalnya, 30 hari atau 3 bulan. 

Mempunyai Nilai Jatuh Tempo

Nilai jatuh tempo diperoleh dari jumlah harga beserta bunga yang dibayarkan oleh debitur atau pembeli. Pasalnya, seseorang yang melakukan pembayaran secara kredit tidak hanya membayar sejumlah nilai barang tetapi juga dikenai bunga.

Perbedaan Hutang dan Piutang

Perbedaan hutang dan piutang sebenarnya cukup tipis, hanya masalah sudut pandang. Hutang adalah harta atau uang yang dipinjamkan, dimana peminjam berkewajiban untuk melunasinya dalam jangka waktu tertentu.

 

Sedangkan, piutang adalah uang atau harta yang dipinjamkan. Hutang maupun piutang memiliki objek yang sama. Sederhananya, hutang merupakan sudut pandang dari debitur. Sedangkan, piutang adalah sudut pandang dari kreditur. 

 

Misalnya, CV Farma menjual 1000 pieces selada kepada restoran Makan Jaya dengan total penjualan Rp5 juta. Namun, Restoran tersebut baru akan membayarnya secara lunas di akhir bulan.

 

Dalam kasus tersebut, uang senilai Rp5 juta dianggap sebagai piutang bagi CV Farma. Sedangkan, Restoran Makan Jaya akan menganggapnya sebagai hutang yang wajib untuk dilunasi.

Mengapa Piutang Tak Tertagih Bisa Timbul?

Secara umum, munculnya piutang adalah akibat dari penjualan barang dan jasa oleh perusahaan, dimana pembayarannya dilakukan setelah tanggal transaksi. Dengan kata lain, piutang timbul karena pemberian kredit kepada debitur yang pembayarannya dicicil.

 

Terkadang, jika tidak ada pembayaran saat jatuh tempo, piutang akan menjadi piutang tak tertagih. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan tak tertagihnya piutang adalah.

  • Piutang usaha meningkat sementara penjualan tetap tidak berubah.

  • Penjualan menurun dan piutang meningkat.

  • Penurunan penjualan piutang usaha tetap.

  • Setelah pengurangan piutang, penjualan turun dengan margin yang besar.

  • Setelah penjualan meningkat, piutang meningkat secara signifikan.

Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang

Mengingat hutang piutang adalah komponen penting yang berkaitan dengan keuangan perusahaan. Maka segala prosesnya harus dilaksanakan dengan jelas. Karena itu, biasanya perusahaan membuat perjanjian hutang piutang dalam sebuah surat. Berikut contohnya.

Itulah pembahasan lengkap dan terperinci mengenai apa yang dimaksud dengan piutang. Dalam suatu perusahaan atau bisnis, piutang adalah hal penting yang harus dikelola dengan baik untuk mendorong kelancaran proses bisnis kedepannya.


undefined Komentar

Max. 0/120 karakter

Konten Lainnya