Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

5 Kesalahan Finansial saat Buka Franchise

Oleh: Ruang Menyala

Last updated: 21 Oktober 2025 | 295 dilihat

5 Kesalahan Finansial saat Buka Franchise

Banyak orang rugi karena salah hitung saat buka usaha franchise. Hindari 5 kesalahan finansial paling umum ini biar modalmu aman dan cuan maksimal!

Memulai bisnis franchise sebenarnya menawarkan banyak keuntungan, terutama bagi pengusaha baru. Pasalnya, kamu bisa langsung menjual produk dari brand yang sudah dikenal, dengan sistem dari brand tersebut yang sudah matang dan teruji. 

Tak hanya itu, franchisor sebagai pemilik brand biasanya juga menawarkan pendampingan dan pelatihan bagi para franchisee. Hal ini membuat risiko jadi lebih kecil, dan memudahkan jika kamu ingin ekspansi. 

Tantangan memulai bisnis franchise justru muncul di awal dan paling mendasar, yaitu saat memilih membeli franchise apa, dimana lokasi usahanya, dan sebagainya. 

Banyak pengusaha baru yang tergiur dengan harga franchise murah, tetapi sebenarnya nggak benar-benar memahami karakter brand dan produknya tersebut, sehingga usaha tidak berkembang. 

Baca juga: 5 Pelajaran Berharga dari Bisnis Franchise yang Telah Establish

Kesalahan Finansial saat Usaha Franchise

Lalu apa saja kesalahan finansial saat buka usaha franchise yang paling sering dilakukan pengusaha baru? Berikut daftar dan solusinya!

1. Terlalu Fokus pada Merek Besar

Pengusaha pemula berpikir semakin terkenal nama franchise, semakin besar pula peluang untungnya. Padahal, franchise besar punya biaya awal yang tinggi, mulai dari franchise fee, sewa lokasi strategis, hingga biaya operasional yang tidak sedikit. 

Masalah muncul saat keuntungan bersih tidak sebanding dengan pengeluaran karena perhitungan di awal terlalu optimis.

Solusinya, lakukan riset mendalam sebelum memilih merek. Hitung secara realistis modal awal, biaya rutin, dan waktu balik modal. Kadang, franchise dengan merek menengah justru lebih menguntungkan.

2. Tidak Memahami Detail Perjanjian Franchise

Banyak pemilik franchise pemula langsung menandatangani kontrak tanpa benar-benar memahami isinya. Padahal, di dalam perjanjian biasanya ada banyak klausul penting seperti pembagian keuntungan, aturan promosi, hingga batasan inovasi. 

Kesalahan membaca atau mengabaikan detail bisa berujung pada konflik hukum atau kerugian jangka panjang.

Solusinya, baca dengan teliti setiap pasal dalam kontrak dan jangan ragu untuk meminta penjelasan langsung dari pihak franchisor. Bila perlu, konsultasikan dengan ahli hukum atau konsultan bisnis agar tidak ada poin yang merugikan.

3. Mengabaikan Biaya Operasional Harian

Kesalahan umum lain adalah hanya menghitung biaya awal tanpa memperhitungkan biaya operasional. Franchise juga perlu biaya tambahan seperti gaji karyawan, listrik, bahan baku, dan biaya maintenance

Ketika semua itu tidak diantisipasi sejak awal, arus kas bisa cepat menipis dan bisnis sulit bertahan di bulan-bulan pertama.

Solusinya, buat proyeksi arus kas minimal untuk enam bulan pertama. Sisihkan dana cadangan khusus dan jangan hanya mengandalkan pendapatan harian.

Baca juga: Manfaat Jasa Konsultan Keuangan, Ini 5 Tanda Jika Kamu Butuh!

4. Salah Pilih Lokasi Usaha

Lokasi menjadi faktor kunci dalam keberhasilan franchise. Banyak yang terburu-buru memilih tempat tanpa menganalisis demografi pelanggan, aksesibilitas, atau potensi pesaing di sekitar area. Akibatnya, usaha sepi dan omzet tidak sesuai ekspektasi.

Solusinya, lakukan survei mendalam sebelum menentukan lokasi. Amati lalu lintas orang di sekitar, pola belanja masyarakat, dan posisi pesaing. Bila memungkinkan, pilih lokasi dengan target pasar yang cocok dengan karakter produk franchisemu. 

5. Kurang Aktif dalam Mengelola Usaha

Banyak orang berpikir membeli franchise berarti bisa duduk santai karena semua sistem sudah berjalan otomatis. Padahal, setiap bisnis tetap butuh keterlibatan aktif dari pemilik. 

Kurangnya kontrol bisa membuat kualitas layanan menurun, kinerja karyawan tidak terpantau, dan pelanggan kehilangan kepercayaan.

Solusinya, terlibat secara langsung di awal masa operasional untuk memahami cara kerja dan karakter bisnisnya. Setelah sistem berjalan stabil, kamu bisa mulai mendelegasikan sebagian tugas kepada orang yang kompeten. 

Menghindari kesalahan-kesalahan tersebut penting untuk memastikan bisnis franchise berjalan sesuai rencana, bisa balik modal, dan dapat keuntungan untuk menjaga kesehatan keuangan. 

Nah sebelum buka franchise, ada baiknya kamu cek kesehatan keuangan terlebih dahulu melalui Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA. Layanan ini hanya butuh waktu 3 menit buat tahu sehat tidaknya keuanganmu. 

Hasil FFCU bisa langsung kamu diskusikan dengan Nyala Trainer dalam layanan konsultasi 1 on 1. Melalui layanan ini, kamu akan mendapatkan insight secara menyeluruh tentang franchise seperti apa yang sesuai dengan profil keuanganmu.

Banyak manfaatnya, kan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FunanciallyFit!

Baca juga: Panduan dan Contoh Cara Menghitung Bagi Hasil Usaha Kuliner


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page