Deposito adalah instrumen investasi berupa uang yang disimpan dalam rekening dengan jangka waktu tertentu. Bank tempat menyimpan uang akan memberikan bilyet sebagai bukti kepemilikan deposito.
Prinsip kerja deposito hampir mirip dengan Tabungan Berjangka. Deposito memiliki jangka waktu tertentu yang mana uang di dalamnya tidak boleh ditarik oleh pemilik.
Deposito baru bisa dicairkan sesuai dengan tanggal jatuh temponya, biasanya deposito mempunyai jatuh tempo 1, 3, 6, atau 12 bulan. Bila dicairkan sebelum jatuh tempo, maka akan kena penalti sesuai dengan kebijakan bank yang bersangkutan.
Keuntungan deposito itu salah satunya berasal dari bunga yang ditawarkan. Bunga yang ditawarkan lebih tinggi dibanding tabungan biasa, dan cenderung lebih stabil.
Adapun besaran bunga biasanya tergantung pada bank tempat menempatkan dana, jumlah setoran, dan tenor yang dipilih. Sebagai contoh, produk deposito di OCBC mobile menawarkan bunga mulai dari 2%-4%.
Sebagai contoh, kamu menempatkan dana sebesar Rp100 Juta dengan tenor 12 bulan dan bunga yang ditawarkan sebesar 3,5%. Maka perhitungan bunga yang kamu dapat adalah Rp3,5 Juta.
Namun perlu diingat, deposito di atas Rp7,5 Juta itu dikenakan pajak bunga sebesar 20%. Sehingga ketika jatuh tempo, dana yang kamu terima adalah Rp100 Juta + (Rp100 Juta x 3,5% x 80%) = Rp102.800.000.
Angka 80% diperoleh dari persentase pendapatan (100%)) dikurangi persentase pajak (20%).
Baca juga: 8 Jenis Investasi untuk Anak Muda, Jadi Cuan Sejak Dini!
Cara Memaksimalkan Bunga Deposito
Bunga deposito memang tidak sebesar saham atau reksa dana, tetapi bukan berarti kamu nggak bisa memaksimalkannya agar semakin cuan. Ikut cara-cara berikut ini!.
1. Pilih Tenor Sesuai Tujuan
Bunga deposito akan maksimal kalau kamu pilih tenor yang sesuai tujuan. Kalau pilih tenor terlalu panjang tapi butuh uang cepat, kamu terpaksa mencairkan sebelum jatuh tempo, dan itu bikin bunga hangus atau berkurang.
Sebaliknya, kalau terlalu pendek, kamu bisa kehilangan potensi bunga lebih besar. Strateginya, sesuaikan tenor dengan proyeksi kebutuhan dana, misalnya 3, 6, atau 12 bulan.
2. Gunakan Teknik Laddering
Laddering itu nyebar dana deposito di beberapa tenor yang berbeda. Misalnya, punya Rp300 Juta, dibagi jadi tiga: Rp100 Juta di tenor 3 bulan, Rp100 Juta di tenor 6 bulan, dan Rp100 Juta di tenor 12 bulan.
Keuntungannya, kamu bisa dapet bunga stabil sambil punya akses dana berkala tanpa harus memutus semua deposito. Plus, kalau bunga naik, kamu bisa reinvest di tenor lebih menguntungkan.
3. Pilih Pencairan Bunga Sesuai Tujuan
Biasanya, bank kasih pilihan bunga dibayar bulanan, per tiga bulan, atau sekaligus di akhir tenor. Kalau kamu butuh cash flow rutin, ambil pencairan bunga bulanan.
Namun, jika mau efek compound alias bunga berbunga, pilih bunga dibayarkan di akhir tenor dan langsung diperpanjang otomatis (roll over) bersama pokoknya, sehingga bunga ikut bertambah di perpanjangan berikutnya.
4. Perhatikan Pajak Bunga Deposito
Di Indonesia, bunga deposito kena pajak 20% untuk nominal di atas Rp7,5 Juta. Kalau mau hasil maksimal, hitung pajak ini sebelum memutuskan nominal simpanan.
Jika kamu punya modal besar, bisa dipecah ke beberapa rekening atau bank untuk optimalkan penempatan (selain aman di bawah batas penjaminan LPS, kamu juga bisa atur pajaknya lebih efisien).
Tertarik investasi deposito? Salah satu pilihannya adalah di Bank OCBC. Ada dua pilihan produk deposito di OCBC yang bisa dipilih, yaitu Deposito IDR dan Deposito Valas.
Keunggulan deposito di OCBC antara lain penempatan dana yang ringan, suku bunga kompetitif, jangka waktu yang fleksibel, dan tentunya dijamin oleh LPS.
Pertanyaannya, apakah deposito merupakan instrumen investasi yang cocok buat kamu? Nah kamu bisa tahu jawabannya dengan melihat seberapa sehat finansialmu terlebih dulu.
Sekarang cek kondisi finansial juga sangat mudah, yaitu melalui Financial Fitness Check Up untuk bisa membantumu memeriksa kondisi keuangan hanya dalam waktu 3 menit.
Setelah melakukan Financial Fitness Check Up, kamu bisa mendiskusikan hasilnya melalui layanan konsultasi 1 on 1 dengan Nyala Trainer.
Melalui layanan ini, kamu bisa mengetahui bagaimana strategi yang tepat untuk memperbaiki masalah keuangan kamu, termasuk menemukan instrumen investasi yang tepat!
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang untuk mencapai #FinanciallyFit!
Baca juga: 12 Rekomendasi Film tentang Investasi Saham, Asik dan Seru!