Logo Ruang Menyala
Bg Block
Kembali ke meNYALA resources

5 Dampak Debt Ceiling AS Terhadap Kondisi Ekonomi, Simak!

Oleh: ruangmenyala

Last updated: 9 Juni 2023 | 1K dilihat

5 Dampak Debt Ceiling AS Terhadap Kondisi Ekonomi, Simak!

Apakah kamu tahu dampak debt ceiling AS? Keputusan penundaan pagu utang Amerika Serikat hingga saat ini terus menjadi perbincangan.

Pasalnya, dampak debt ceiling AS bisa meningkatkan risiko gagal bayar utang, hingga memicu terjadinya krisis ekonomi. 

Oleh sebab itu, keputusan yang dibuat Presiden Amerika Serikat dan perwakilan kongres dari Partai Politik terkait kenaikan atau penundaan pagu utang (debt ceiling) sangat penting.

Nah, untuk mengetahui informasi lain mengenai dampak debt ceiling AS, yuk simak artikel berikut!

Apa itu Debt Ceiling AS?

Sebelum mengetahui dampak debt ceiling AS, sebaiknya pahami terlebih dahulu tentang pengertiannya.

Debt ceiling AS adalah batas utang Amerika Serikat yang dibuat oleh Kongres di tahun 1917. 

Dalam hal ini, pihak Kongres menetapkan jumlah maksimal utang federal yang bisa ditanggung pemerintah Amerika Serikat. 

Nah, di awal tahun 2023, total pagu utang AS adalah sebesar US$31,4 triliun. 

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat juga mengalami defisit rata-rata hingga menyentuh angka $1 triliun semenjak tahun 2001.

Kondisi tersebut menandakan bahwa pemerintah setempat telah menghabiskan banyak dana dibandingkan jumlah uang yang diterimanya dari pajak atau pendapatan lain.

Akibatnya, pemerintah AS harus melakukan peminjaman uang untuk melakukan pembayaran yang telah ditetapkan oleh pihak Kongres.

Kesepakatan Debt Ceiling AS

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, bersama Kevin McCarthy, seorang perwakilan Kongres dari Partai Republik memutuskan untuk melakukan penundaan pagu utang AS.

Meskipun belum dirilis secara resmi, kesepakatan tentatif ini telah menjadi perbincangan panas di kalangan masyarakat Amerika Serikat.

Nah, berdasarkan kesepakatan tersebut, diungkapkan bahwa akan terjadi penundaan debt ceiling AS selama 2 tahun.

Kesepakatan tersebut diambil untuk menghindari isu hingga pemilihan presiden AS berlangsung.

Di samping itu, pemerintah AS juga menunda pagu utang untuk membatasi pengeluaran anggaran di tahun 2024-2025, menarik dana Covid-19 yang tidak terpakai, dan menerapkan regulasi ketat agar bisa mengakses tunjangan pengangguran serta bantuan dari pusat lainnya.

Nah, jika kesepakatan tersebut telah diresmikan, maka pemerintah AS bisa mencegah terjadinya kebangkrutan dan meningkatkan kestabilan ekonomi.

Adapun batas pengambilan kesepakatan tersebut adalah sebelum 5 Juni 2023. Pasalnya, jika sampai tanggal 5 Juni masih belum terjadi kesepakatan, maka Departemen Keuangan AS akan kehabisan dana.

Di sisi lain, untuk mencapai kesepakatan tersebut, keputusan yang telah dibuat harus disahkan terlebih dahulu oleh Kongres AS dan mendapatkan suara dari Senat, setidaknya sebanyak 9 orang.

Baca juga: 8 Cara Melunasi Utang Pinjol yang Menumpuk Agar Cepat Lunas

5 Dampak Debt Ceiling AS

Proses pengambilan keputusan mengenai peningkatan atau penundaan debt ceiling bisa memberikan dampak buruk terhadap stabilitas pasar.

Adapun beberapa dampak debt ceiling AS adalah sebagai berikut.

1. Menjatuhkan Perekonomian Amerika Serikat

Dampak debt ceiling AS yang pertama adalah berisiko menjatuhkan perekonomian Amerika Serikat. 

Sebab, dengan tidak terjadinya kesepakatan pagu utang, maka pemerintah AS bisa mengalami gagal bayar.

Nah, dengan terjadinya gagal bayar utang tersebut, layanan pemerintah juga bisa berhenti, hingga jaminan sosial masyarakat terganggu, karena tidak dapat meminjam uang.

2. Terjadinya Kekacauan Pasar Global

Dampak debt ceiling AS berikutnya adalah terjadinya kekacauan di pasar global. Sebab, saat pemerintah mengalami gagal bayar, akan terjadi penurunan tajam pada pengeluaran AS.

Akibatnya, pasar saham juga bisa mengalami penurunan yang pesat dan mengakibatkan para investor panik, karena ingin menarik uang investasinya.

Bahkan apabila kesepakatan tersebut berhasil disahkan oleh Kongres AS, perhatian investor akan beralih pada kewajiban Departemen Keuangan AS untuk mengisi saldo kas yang sudah turun menjadi US$39 miliar pada Kamis lalu (24 May), angka ini terendah sejak 2017..

Dampaknya akan ada potensi lonjakan penjualan terhadap aset surat utang, hal ini akan menambah tekanan pada The Fed yang telah menyusutkan neraca.

3. Ketidakstabilan Politik

Dampak debt ceiling AS yang lain adalah ketidakstabilan politik. Pasalnya, kondisi ini terjadi sebelum pelaksanaan pemilu presiden di tahun 2014.

Di saat para anggota parlemen ingin menarik hati masyarakat untuk mendapatkan dukungan, isu debt ceiling AS justru menjadi manuver bagi para politikus.

Selain itu, debt ceiling juga bisa menjadi pesan terkait dampak politik polarisasi yang terjadi di AS.

4. Bunga Bank Tinggi

Dampak debt ceiling AS berikutnya adalah suku bunga di bank yang mengalami kenaikan secara tajam.

Nah, suku bunga bank yang tinggi bisa menimbulkan risiko inflasi serta melemahkan perekonomian Amerika Serikat. 

Akibatnya, pemerintah akan sibuk mengatasi krisis finansial, karena harus meminjam uang lagi untuk memulihkan perekonomian.

5. Mendorong Terjadinya Resesi

Apabila Kongres tidak dapat mengambil kesepakatan terkait pagu utang, maka dampak debt ceiling AS bagi pemerintah setempat adalah terjadinya penurunan perekonomian yang tajam.

Hal itu bisa menimbulkan risiko terjadinya resesi di tahun 2023 dan banyak masyarakat yang menuntut penarikan investasi di pasar.

Baca juga: Apa Itu Utang Jangka Pendek? Pengertian, Contoh dan Jenisnya

Cara Biar Kamu Tidak Terkena Financial Anxiety

Sementara ini, adanya kesepakatan debt ceiling dapat memberikan nafas bagi pasar, namun tidak menandakan akhir dari volatilitas karena beberapa ketidakpastian lain tetap bermunculan. 

Investor harus tetap waspada terhadap ketidakstabilan kondisi pasar karena masih belum adanya kejelasan pada beberapa issue makro seperti inflasi, suku bunga, resesi AS, pelemahan sektor perbankan di AS dan kekhawatiran geopolitik.

Hal tersebut akan tentu akan mempengaruhi volatilitas pada pergerakan pasar keuangan.

Di sisi lain, investor juga harus memahami cara agar tidak terkena financial anxiety dalam kondisi seperti ini. Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan.

1. Kenali Profil Risiko Kamu Menggunakan ONe Mobile

Cara agar kamu tidak terkena financial anxiety yang pertama adalah dengan mengenali profil risiko menggunakan aplikasi ONe Mobile.

Melalui ONe Mobile, kamu bisa melakukan pengelolaan keuangan sesuai profil risiko, hingga menumbuhkan aset dengan mudah.

Nah, cara ini bisa dilakukan dengan membuka rekening NYALA di ONe Mobile, sehingga kamu dapat memantau aktivitas keuanganmu.

2. Berinvestasi Sesuai Risk Profile

Cara biar kamu tidak terkena financial anxiety berikutnya adalah dengan menyesuaikan investasi berdasarkan risk profile

Ya, kamu sebaiknya tetap melihat peluang investasi di tengah koreksi pasar yang terjadi namun tetap waspada. 

Kamu dapat memanfaatkan momentum ini sebagai peluang di pasar, untuk lebih bijaksana dengan mengakumulasi secara bertahap pada aset investasi yang sesuai dengan profil risiko.

Hal ini bisa dilakukan dengan mengikuti model portofolio berikut ini.

  • Bersikap konservatif, sehingga risiko kerugian investasi akan berkurang.
  • Mempertimbangkan nilai keseimbangan dalam investasi, sehingga terhindar dari risiko kerugian.
  • Growth portfolio, agar mampu menumbuhkan aset investasi dengan prinsip rendah risiko.
  • Menerapkan strategi investasi agresif untuk memperoleh return tinggi.
  • Menerapkan strategi highly aggressive untuk memperoleh return tinggi, tetapi juga sangat berisiko.

3. Menyusun Life Goals

Cara agar kamu terhindar dari financial anxiety yang terakhir adalah dengan menyusun life goals terkait target keuanganmu.

Dalam hal ini, kamu bisa memanfaatkan layanan Life Goals dalam aplikasi ONe Mobile. 

Melalui layanan tersebut, kamu bisa menyusun target keuangan dan bisa memantau perkembangannya.

Nah, itulah sederet informasi terkait dampak debt ceiling AS hingga cara agar terhindar dari financial anxiety.

Sebagai investor, ada baiknya kamu tidak terlalu negatif. Selalu ingat bahwa valuasi pasar masih rendah dan banyak likuiditas yang akan masuk ketika kondisi pasar membaik dan The Fed memangkas suku bunga.

Meskipun ada volatilitas dan ketidakpastian pasar jangka pendek, investor harus tetap mengakumulasi secara bertahap dan selektif.

Dari pada menyimpan sebagian besar aset dalam bentuk tunai, karena prospek jangka menengah masih tetap optimis, mengingat banyaknya likuiditas yang sedang menunggu perbaikan di pasar keuangan.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, cara menghindari dampak pagu utang bisa dilakukan dengan mengelola keuangan.

Namun, jika kamu bingung, layanan Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA bisa menjadi solusi yang tepat.

Melalui layanan tersebut, kamu bisa memeriksa kondisi keuangan dan berkonsultasi 1-on-1 dengan Nyala Trainer.

Untuk itu, tunggu apa lagi, yuk segera atur keuanganmu dengan baik bersama Ruang meNYALA!

Baca juga: Mengenal Utang Lancar: Pengertian, Ciri, Jenis dan Contohnya


0 Komentar

Max. 0/120 karakter Login Page