Pelajari 5 strategi finansial Lo Kheng Hong yang bisa kamu tiru untuk mengatur uang, investasi, dan rencana keuangan jangka panjang!
Nama Lo Kheng Hong tentu sudah nggak asing lagi bagi kamu yang bergelut di dunia pasar saham. Lo, begitu ia akrab disapa, menjadi rujukan untuk investasi saham, hingga mendapat julukan sebagai ‘Warren Buffet Indonesia’.
Lo mulai terjun ke dunia investasi saham pada saat usianya menginjak 30 tahun, yaitu pada 1989. Saham pertama yang dibeli Lo adalah saham sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan ban kendaraan bermotor.
Sejak tahun 1996, Lo memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya di dunia perbankan. Ia pun mulai berkonsentrasi penuh menjadi seorang investor saham.
Saat ini, Lo merupakan salah satu investor saham dengan portofolio yang tersebar di berbagai sektor, mulai dari perbankan, otomotif, properti, hingga media dan hiburan.
Menurut keterangan yang dikutip dari Katadata.id, Lo mendapat uang sebesar Rp100 Miliar per tahun hanya dari dividen saja!
Baca juga: 6 Tujuan Investasi yang Benar, Begini Tips Mencapainya!
Strategi Finansial Lo Kheng Hong
Ingin jadi seperti Lo Kheng Hong? Nah kamu bisa meniru beberapa strategi Lo dalam berinvestasi dan mengelola uang sebagai berikut!
1. Berinvestasi Sejak Dini
Lo memang baru mulai berinvestasi saham pada usia 30 tahun. Namun dalam beberapa kesempatan, ia selalu menekankan pentingnya mulai berinvestasi sedini.
Tujuannya tentu agar bisa menikmati efek compounding atau bunga berbunga dari waktu ke waktu. Semakin awal kamu menanamkan uang di instrumen investasi seperti saham, semakin besar peluang nilai investasinya berkembang.
Lo percaya bahwa waktu adalah teman terbaik seorang investor, karena nilai investasi yang dikelola dengan sabar bisa tumbuh eksponensial tanpa perlu mengejar keuntungan instan.
2. Fokus pada Tujuan Jangka Panjang
Dalam setiap keputusan finansial, Lo Kheng Hong selalu memandang investasi sebagai permainan jangka panjang. Ia tidak mudah tergoda oleh fluktuasi pasar jangka pendek atau tren musiman yang bersifat spekulatif.
Fokus utamanya adalah membangun portofolio yang bisa memberikan hasil berkelanjutan di masa depan. Dengan pandangan ini, ia mampu menahan diri saat pasar sedang tidak stabil, dan justru memanfaatkan momentum ketika harga saham turun untuk membeli lebih banyak.
3. Pilih Saham yang Rajin Bagi Dividen
Salah satu strategi khas Lo Kheng Hong adalah berinvestasi pada perusahaan yang rutin membagikan dividen. Baginya, dividen adalah bukti nyata bahwa perusahaan memiliki arus kas sehat dan mampu memberikan keuntungan kepada pemegang sahamnya.
Saham-saham seperti ini tidak hanya memberikan potensi capital gain dari kenaikan harga, tetapi juga pendapatan pasif yang bisa memperkuat posisi keuangan jangka panjang.
Pola pikir ini dibuktikan dengan hasil yang Lo Kheng Hong dapat, yaitu mencapai Rp100 M per tahun hanya dari dividen.
Baca juga: Kata-Kata Lo Kheng Hong, Wejangan bagi Para Investor
4. Pelajari Analisa Fundamental
Lo Kheng Hong tidak pernah membeli saham hanya karena rekomendasi orang lain atau karena viral. Ia selalu menekankan pentingnya memahami analisis fundamental sebelum berinvestasi.
Ini mencakup membaca laporan keuangan, menghitung rasio-rasio penting seperti PER (Price to Earning Ratio), PBV (Price to Book Value), hingga menilai kualitas manajemen perusahaan.
Dengan memahami fundamental, investor dapat menilai apakah harga saham saat ini lebih rendah dari nilai intrinsiknya.
5. Menerapkan Strategi Value Investing
Sebagai “Warren Buffett-nya Indonesia,” Lo Kheng Hong dikenal setia pada filosofi value investing, yaitu mencari saham yang undervalued atau dijual di bawah nilai sebenarnya.
Strategi ini menuntut kesabaran dan disiplin tinggi, karena keuntungan besar biasanya datang setelah beberapa tahun.
Dengan membeli saham perusahaan bagus di harga murah dan menahannya hingga nilainya naik, Lo berhasil membuktikan bahwa kekayaan bisa dibangun lewat prinsip sederhana: beli saat murah, jual saat mahal, dan biarkan waktu bekerja untukmu.
Itulah ulasan mengenai strategi finansial dan investasi seorang Lo Kheng Hong. Gimana, sudah siap mengikuti jejak Lo di pasar saham?
Nah sebelum memulai investasi saham, ada baiknya kamu mengetahui kondisi kesehatan finansialmu terlebih dulu. Caranya sangat mudah, yaitu dengan mengikuti Financial Fitness Check Up dari Ruang meNYALA.
FFCU bisa memeriksa kesehatan keuanganmu hanya dalam waktu 3 menit. Hasilnya bisa langsung kamu diskusikan dengan Nyala Trainer dalam sesi Konsultasi 1 on 1.
Dalam sesi ini, kamu akan dapat insight bagaimana strategi finansial yang cocok dengan profil keuangan dan tujuan jangka panjangmu, termasuk instrumen investasi apa yang sesuai profil risikomu.
Banyak manfaatnya, bukan? Yuk, atur keuanganmu dengan Ruang meNYALA sekarang guna mencapai #FunanciallyFit!
Baca juga: Investasi Dinar: Cara, Tips, kelebihan dan Kekurangan